Kata “Sunnah” dalam lingkup ilmu-ilmu agama Islam mengandung empat makna :

 

1) “Sunnah” dalam lingkup ilmu Fiqih, adalah perkara yang seorang muslim akan mendapat pahala jika melakukannya, dan tidak mendapat dosa jika meninggalkannya.

 

2) “Sunnah” dalam lingkup ilmu Ushul Fiqih, adalah sisi kehidupan Nabi Muhammad yang bisa dijadikan dalil hukum Islam, yaitu setiap perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad setelah beliau menjadi Nabi.

Adapun sisi kehidupan beliau sebelum menjadi Nabi, maka tidak bisa dijadikan dalil, karena saat itu beliau masih manusia biasa, belum mendapat wahyu. Dan karena tidak bisa dijadikan dalil, maka sisi kehidupan sebelum menjadi Nabi tidak termasuk “Sunnah” di dalam lingkup ilmu Ushul Fiqih.

 

3) “Sunnah” dalam lingkup ilmu Hadits, yaitu semua segi kehidupan Nabi Muhammad, baik sebelum menjadi Nabi ataupun sesudahnya, yaitu setiap perkataan, perbuatan, ketetapan, bentuk fisik dan akhlak beliau.

 

4) “Sunnah” dalam lingkup ilmu Akidah, adalah ajaran asli, ajaran yang memang benar-benar telah diajarkan Rasulullah kepada para sahabat. Kebalikannya adalah ajaran palsu, ajaran yang sama sekali tidak diajarkan Nabi Muhammad, tetapi oleh beberapa aliran diaku-aku sebagai ajaran Islam. Dalam lingkup ilmu Akidah, ajaran palsu ini disebut “Bid’ah.”

 

Jadi, jangan sampai Anda salah dalam memahami makna kata “Sunnah.”

Wallahu a’lam ^__^