Inti ajaran Islam adalah Tauhid, yaitu mengesakan Allah.

 

Mengesakan Allah akan terjadi dalam diri manusia apabila dia melakukan dua pengesaan dari dua segi berikut :

 

1) Segi Keyakinan; yaitu meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan Semesta Alam, hanya Allah yang berhak disembah, dan hanya Allah Yang Maha Sempurna.

Dalam lingkup ilmu Akidah, Pengesaan dari segi keyakinan ini disebut “Tauhidul Makrifat Wal Itsbat.”

 

2) Segi Perbuatan; yaitu seseorang mempersembahkan semua jenis ibadah hanya untuk Allah. Dia tidak mempersembahkan ibadahnya kepada selain Allah.

Dalam lingkup ilmu Akidah, Pengesaan Allah dari segi perbuatan ini disebut “Tauhidul Qoshdi Wath Tholab.”

*******************************************

 

Kedua segi Pengesaan ini harus dilakukan secara bersamaan oleh seorang manusia agar dia bisa dikatakan telah mengikuti ajaran Tauhid yang dibawa oleh Islam.

 

Contoh : Seseorang meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, kemudian dia membuktikan keyakinannya itu dengan perbuatan, misalnya : dia sholat hanya untuk Allah, dia bersujud hanya untuk Allah, dia tawakkal hanya kepada Allah, dia berdoa meminta hanya kepada Allah. dsb.

 

Nah, orang seperti ini telah melakukan dua segi Pengesaan. Dan dengan ini, dia telah benar-benar mengikuti ajaran Tauhid yang dibawa oleh Islam.

*******************************************

 

Jika ada orang yang bersujud hanya kepada Allah, sholat hanya kepada Allah, tawakkal hanya kepada Allah, dan berdoa meminta hanya kepada Allah, namun di dalam hati dia berkeyakinan bahwa :

 

1) Ada seseorang selain Allah yang ikut mencipta, memiliki dan mengatur alam semesta
2) Atau berkeyakinan bahwa ada seseorang yang berhak disembah selain Allah
3) Atau berkeyakinan bahwa ada seseorang yang sempurna sebagaimana Allah Yang Maha Sempurna,

 

Maka, orang tersebut hanya melakukan segi Pengesaan yang kedua dan melalaikan segi Pengesaan yang pertama. Orang seperti ini belum bisa dikatakan “mengikuti ajaran Tauhid yang dibawa oleh Islam.”

******************************************

Jika ada orang yang berkeyakinan bahwa Hanya Allah Tuhan Semesta Alam, Hanya Allah yang berhak disembah, dan Hanya Allah Yang Maha Sempurna, namun dia mempersembahkan ibadahnya untuk selain Allah, misalnya :

 

1) Dia mempersembahkan doa kepada selain Allah, dengan cara berdoa meminta memohon-mohon kepada selain Allah
2) Dia mempersembahkan tawakkal kepada selain Allah, dengan cara menggantungkan harapan sepenuhnya kepada selain Allah
3) Dia mempersembahkan shodaqoh kepada selain Allah, dengan cara memberi shodaqoh dengan mengharap imbalan dan pujian

 

Maka, orang tersebut hanya melakukan segi Pengesaan yang pertama dan melalaikan segi Pengesaan yang kedua. Orang seperti ini belum bisa dikatakan “mengikuti ajaran Tauhid yang dibawa oleh Islam.”

 

Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah agar selalu teguh dalam ajaran Tauhid. Amin Ya Rabbal Alamin.

Wallahu ‘alam … ^__^